Pagi menjelang siang, kami
sedang berbincang dan bercanda tawa dengan seseorang wanita yang sangat
disiplin yang lagaknya mungil tapi juga garang. Beliau adalah Roostika Sari
Nugraheni, salah satu dosen UISI.
Surabaya adalah kota tercintanya dimana
sampai berumur kepala dua ini beliau tetap masih tinggal di Surabaya. Kemudian
beliau melanjutkan studi dengan tahap yang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi
di salah satu universitas di Surabaya yaitu Universitas Airlangga. Di perguruan
tinggi ini beliau menghabiskan sebagian umurnya selama kurang lebih enam tahun
sampai ke jenjang S2. Alumni SMAN 16 Surabaya ini pernah bekerja di salah satu
perusahaan asing saat waktu kuliah di bangku semester 5 , dengan keberanian
beliau untuk menjadi wanita yang mandiri beliau bekerja keras pada saat itu.
Dengan latar belakang orang tua yang berkecukupan, tetapi beliau tidak terlena
akan hal itu, beliau tetap bersemangat dan berjuang untuk menjalani hidup.
Wanita yang kabarnya akan mengajar di program studi Dekafe ini menyukai travelling,
dan cita-cita beliau adalah travelling kemana aja. Sampai saat ini hampir
seluruh Indonesia di sambangi beliau, dan bahkan Bangkok pun sudah di lahapnya.
Eitts, bagaimana ya hubungan
percintaan beliau? “saya tidak menargetkan umur berapa saya harus menikah”, dan
katanya jika ada seseorang pria yang mendekati beliau harus ada ujiannya loh.
Dan ujiannya ada tiga tahap. Jika tiga tidak dapat melewati tiga tahap tersebut
ya sudah “Bye” kata beliau.
Dan dari kesimpulan siang
tadi, ada pembicaraan yang sangat unik menurut kami “ Hidup itu tidak terlena
dengan adanya fasilitas dan harta orang tua, bagaimana kita bisa memahami hidup
dan berjuang untuk menjadi manusia yang lebih semangat dan kreatif. Tak kenal
malu atau apapun. Jika masih sifatnya positif dan tidak merugikan orang lain.
DO IT !! ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar